Pelatihan Ekspor Impor

Ekspor Indonesia Berhasil Melampaui Target di Tahun 2011



Jakarta, 3 Pebruari 2012.
Tahun 2011 bisa jadi merupakan tahun keberhasilan Indonesia dalam mendongkrak kinerja ekspornya. bersama dengan Belgia, Rusia, Swiss, Amerika Serikat (AS) dan Brasil, Indonesia menjadi salah satu dari sedikit yang mampu melipatgandakan nilai ekspornya dalam kurun waktu lima tahun, demikian diungkapkan Menteri Perdagangan dalam situs resmi kementerian perdagangan.

Seperti termuat dalam siaran pers yang eximpromagazine.com kutip dalam situs resminya, Total nilai ekspor 2011 mencapai USD 203,6 miliar atau meningkat 29,1% dibanding tahun 2010. Nilai tersebut dua kali lipat lebih besar dari nilai ekspor Indonesia pada lima tahun yang lalu (2006).

Peningkatan nilai ekspor Indonesia didorong oleh peningkatan ekspor non-migas sebesar USD 162 miliar atau 24,8% dan ekspor non-migas sebesar USD 41,6 miliar atau 48,3%.

Dampak Krisis Uni Eropa dan Amerika Serikat Pengaruhi Ekspor Indonesia
Ekspor Indonesia sempat mengalami perlambatan pada periode akhir 2011 (Oktober-Desember). Hal ini menunjukkan dampak krisis yang terjadi di AS dan Uni Eropa terhadap Indonesia.

Komparasi data year-on-year Desember 2011 menunjukkan ekspor Indonesia ke Uni Eropa dan AS mengalami penurunan masing-masing sebesar 12,9% dan 1,1%. Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di beberapa negara lain, seperti Republik Rakyat Tiongkok (RRT), India, Brasil dan Malaysia.

Perdagangan Sektor Non-migas Mendorong Peningkatan Surplus Perdagangan
“Indonesia mengalami surplus perdagangan selama 2011 senilai USD 26,3 miliar. Surplus ini meningkat sebesar 19% dibanding 2010 yang surplusnya senilai USD 22,1 miliar,” jelas Mendag Gita. Peningkatan surplus tersebut didorong oleh meningkatnya surplus perdagangan non-migas dan migas.

Peningkatan Ekspor ke RRT dan India Berkontribusi Signifikan terhadap Pertumbuhan Ekspor Non-migas 2011. Pada 2011, RRT merupakan negara tujuan utama ekspor non-migas Indonesia. Selama 2011,  ekspor Indonesia ke RRT tumbuh sebesar 53,4% lebih besar dibandingkan negara tujuan lain. Selain RRT, ekspor Indonesia ke India juga meningkat signifikan sebesar 34,8%. Peningkatan tersebut menggeser posisi Singapura dan Malaysia dari posisi ketiga menjadi keempat sebagai negara tujuan ekspor terbesar Indonesia.
Ekspor ke RRT dan India memberikan kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan ekspor non-migas Indonesia selama 2011. Dari pertumbuhan ekspor non-migas Indonesia sebesar 24,8% pada 2011, peningkatan ekspor ke RRT dan India mengkontribusi masing-masing 4,8% dan 2,1%.

Ekspor Non-migas Indonesia Masih Didominasi Sektor Industri. Ekspor non-migas Indonesia selama 2011 didominasi oleh barang-barang industri, dengan komposisi sekitar 60 persen dari total ekspor sektor non-migas. Ekspor produk industri nonmigas mencapai USD 122,2 miliar, meningkat 24,7% dari periode yang sama tahun 2010. Peningkatan tertinggi terjadi pada ekspor sektor pertambangan sebesar 29,7%, dari USD 26,7 miliar menjadi USD 34,7 miliar. Sementara ekspor sektor pertanian hanya tumbuh sebesar 3,3%, dari USD 5,0 miliar menjadi USD 5,2 miliar.

Diversifikasi Produk Ekspor Non-migas. Dominasi sepuluh produk utama dalam ekspor non-migas mengalami penurunan menjadi sekitar 45% dari tahun sebelumnya sebesar 47%. Mendag mengatakan, diantara 10 produk utama, beberapa mengalami kenaikan tinggi, antara lain produk karet yang meningkat sebesar 60,5%, alas kaki 33% dan sawit 33,9%.

Selama 2011, hampir seluruh ekspor 10 produk utama non-migas nilainya mengalami peningkatan, kecuali kakao. Pelemahan ekspor kakao dipicu oleh menurunnya volume ekspor biji kakao sebesar 51,9%. Namun demikian, ekspor kakao olahan mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan sebesar 78,4%. “Kenaikan ekspor kakao olahan dan produk manufaktur lainnya seperti Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), alas kaki dan otomotif menunjukkan keberhasilan program hilirisasi pemerintah,” jelas Mendag.

Kinerja Impor Tahun 2011. Impor Indonesia 2011 mencapai USD 177,3 miliar, meningkat sebesar 30,7%. Sementara itu, impor bulan Desember mencapai USD 16,3 miliar, terdiri dari impor non-migas sebesar USD 12,7 miliar dan impor migas sebesar USD 3,6 miliar. Struktur impor Indonesia selama 2011 masih didominasi oleh impor bahan baku/penolong, dengan pangsa 73,8%, disusul barang modal sebesar 18,7% dan barang konsumsi sebesar 7,6%.

 

Pergeseran Negara Asal Impor Non-migas Indonesia.
Saat ini, RRT merupakan negara asal impor non-migas terbesar Indonesia dengan pangsa sebesar 18,7%. Pangsa produk RRT di pasar Indonesia mengalami peningkatan sebesar 18,2% dibandingkan tahun. Selain RRT, pangsa impor dari negara-negara mitra FTA, seperti India juga mengalami peningkatan dari 2,5% menjadi 2,9%. Hal ini memperlihatkan adanya pergeseran negara asal
impor Indonesia dari negara-negara tradisional seperti Jepang, Singapura dan Amerika Serikat ke negara-negara non-tradisional seperti RRT dan India.

 

Sumber : Siaran Pers Kemendag.go.id

Join the forum discussion on this post

Article source: http://eximpromagazine.com/?p=1153

Incoming search terms:

  • perkembangan ekspor impor indonesia berdasarkan sektor migas tahun pebruari 2014